Global Warming atau Pemanasan Global

Global warming adalah proses penigkatan suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi.

Perubahan iklim yang diakibatkan oleh pemanasan global, belakangan ini tampaknya menjadi salah satu isu hangat yang menjadi perhatian dunia. Tidak tanggung-tanggung untuk membahas ini akan diadakan konferensi perubahan iklim (climate change) pada tanggal 3- 12 Desember di Bali. Konferensi ini kabarnya akan di hadiri 10 ribu hingga 15 orang dari 180 negara . Bali pasti akan sangat ramai dan kotor tentunya.

Salah satu penyebab dari pemanasan global adalah peningkatan gas rumah kaca (greenhouse effect). Menurut wikipedia,efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1 hingga 5 derajat Celcius.

Sebenarnya apa sih efek rumah kaca itu sih ? dulu saya menyangka efek rumah kaca adalah akibat yang di timbulkan oleh bangunan-bangunan yang memilki banyak kaca. Namun akhirnya saya dapat pencerahan. Analogi sederhana untuk menggambarkan efek rumah kaca adalah ketika kita memarkir mobil di tempat parkir terbuka pada siang hari. Ketika kita kembali ke mobil di sore hari, biasanya suhu di dalam mobil lebih panas di bandingkan suhu di luar. Karena sebagian energi panas dari matahari telah di serap oleh kursi, dashboard dan karpet mobil. Ketika benda-benda tersebut melepaskan energi panas tersebut, tidak semuanya dapat keluar melalui jendela tetapi sebagian di pantulkan kembali.Penyebabnya adalah perbedaan panjang gelombang sinar matahari yang memasuki mobil dan energi panas yang dilepaskan kembali oleh kursi.Sehingga jumlah energi yang masuk lebih banyak dibandingkan energi yang dapat keluar. Akibatnya kenaikan bertahap pada suhu di dalam mobil.

Menurut wikipedia, Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer, 25% diserap awan, 45% diabsorb permukaan bumi dan 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi. Energi yang diabsorb dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Sebenarnya dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, untuk mempertahankan panas di bumi. Tanpa adanya efek rumah kaca sama sekali, mungkin kondisi Bumi akan seperti Mars, dimana kondisi di sana sangat dingin dan tidak memungkinkan adanya kehidupan.

Akibat dari ulah manusia menyebabkan naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsnya. Pengukuran kadar Co2 yang dilakukan oleh Observatorium Mauna Loa menunjukkan kenaikan kadar CO2 yang signifikan dari 313 ppm (parts per million) pada tahun 1960 menjadi 375 ppm pada tahun 2005.

Hubungan Efek Rumah Kaca yang Mematikan dengan kelestarian biota laut terumbu karang.
        Seperlima Terumbu Karang Dunia Poznan, (Analisa). Dunia telah kehilangan hampir 20 persen terumbu karangnya akibat buangan karbon dioksida, demikian laporan yang disiarkan di KonferensiLingkungan Poznan, Polandia, Kamis (11/12). Laporan itu, yang disiarkan oleh Global Coral Reef Monitoring Network di sisi pembicaraan Poznan, berusaha memberi tekanan atas peserta pembicaraan PBB mengenai iklim di Poznan, Polandia, agar membuat kemajuan dalam memerangi kenaikan temperatur. "Jika kecenderungan buangan karbon dioksida saat ini berlangsung terus, banyak terumbu karang mungkin akan hilang dalam waktu 20 sampai 40 tahun mendatang, dan ini akan memiliki konsekuensi berbahaya bagi sebanyak 500 juta orang yang bergantung atas terumbu karang untuk memperoleh nafkah mereka," kata laporan tersebut. "Jika tak ada perubahan, kita akan menyaksikan berlipatnya karbon dioksida di atmosfir dalam waktu kurang dari 50 tahun," kata Carl Gustaf Lundin, pemimpin program kelautan global di International Union for Conservation of Nature, salah satu organisasi di belakang Global Coral Reef Monitoring Network.   "Karena karbon ini diserap, samudra akan menjadi lebih asam, yang secara serius merusak sangat banyak biota laut dari terumbu karang hingga kumpulan plankton dan dari udang besar hingga rumput laut," katanya> Saat ini, perubahan iklim dipandang sebagai ancaman terbesar bagi terumbu karang. Ancaman utama iklim, seperti naiknya temperatur permukaan air laut dan tingkatan keasaman air laut, bertambah besar oleh ancaman lain termasuk pengkapan ikan secara berlebihan, polusi dan spesies pendatang. Laporan tersebut, dengan membesarkan hati, menyatakan 45persen terumbu karang saat ini berada dalam kondisi sehat. Tanda harapan lain ialah kemampuan sebagian terumbu karang untuk pulih setelah peristiwa besar "bleaching" akibat air yang menghangat, dan menyesuaikan diri dengan perubahan iklim.

Apa sebenarnya efek rumah kaca itu?
Bisa diambil dari contoh sebuah rumah kaca di mana di dalamnya terdapat tanaman-tanaman.

Pertama, radiasi matahari masuk ke rumah ini, kemudian sinar infra merah yang akan menuju keluar rumah kaca, berasal dari tanaman, tanah dan superfisi lainnya dalam rumah, terserap oleh materi kaca di langit-langit rumah, menyebabkan temperatur di dalam rumah kaca lebih tinggi daripada temperatur di luar.

Hingga analogi ini bisa diterapkan pada radiasi matahari yang masuk ke bumi, kemudian refleksinya ke luar di”tangkap” oleh gas-gas rumah kaca (seperti CO2, HNO3).
Karena efek ini, maka temperatur di bumi menjadi lebih hangat, hal ini tidaklah buruk, karena temperatur di bumi menjadi temperatur yang mana mahluk hidup dapat hidup di dalamnya.

Efek buruknya adalah, ketika terjadi akumulasi/penambahan gas-gas rumah kaca (greenhouse gas) yang bertambah di atmosfir bumi kita, yang menyebabkan kenaikan temperatur bumi secara global, dimana bisa berdampak fatal bagi alam lingkungan dan manusia di masa depan.

Penambahan jumlah gas-gas ini disebabkan oleh:
-pemakaian energi yang berasal dari Karbon (C), seperti minyak bumi, batu bara (kendaraan bermotor, listrik, dsb.)
-kebakaran hutan
-Pemakaian aerosol di kulkas-kulkas
-dll.

Analogi lainnya:
Nyalakan kompor listrik, dekatkan tangan anda di samping piringan yang panas (jangan taruh tepat di atasnya), anda dapat merasakan panas yang berasal dari piringan itu.
Lalu posisikan gelas kaca di atas piringan itu (jangan sampai menyentuh), gelas akan memanas, gelas itu menyerap panas yang berasal dari piringan listrik.
Rasa panas akan tetap ada ketika gelas disingkirkan dari atas piringan itu, ini menunjukkan bahwa gelas menahan radiasi gelombang panjang infra merah. Kita tidak bisa katakan apakah radiasi itu ditangkis/direfleksi, yang jelas sebagian ditangkis oleh gelas, namun sebagian besar diserap.

 

0 komentar:

Posting Komentar

foto2

http://picasion.com/pic15/d1089d10e0136f70c9b7fd69f0a1cc13.gif

its me

Foto saya
Bandung, bandung, Indonesia
simple.mudah bergaul,,, periang,senang bercanda.. hidup tch penuh warna

Calendar

Jam Berapa Skr??

Lilypie Kids Birthday tickers

La'Laguan

Labels

About this blog

semua hal yg berkaitan dengan lingkungan hidup,makhluk hidup,dan semua yang ada di alam nch...

terutama dalam hal biologi...

juga di selingi beberapa puisi agar tanpak tidak terlalu formal pelajaran........